BANDUNG, ditbangdik.itb.ac.id — Pada tahun 2026, Direktorat Pengembangan Pendidikan, Subdirektorat Kajian Pendidikan, Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan, yaitu Sosialisasi Tracer Study ITB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kegiatan sosialisasi dilaksanakan di masing-masing fakultas, sekolah, atau unit kerja di ITB, pelaksanaan sosialisasi tahun ini dibagi menjadi empat rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada waktu dan tempat yang berbeda.

Pengemasan ini bertujuan menjadikan sosialisasi sebagai forum strategis sebagai sarana pertukaran informasi antar fakultas, sekolah, dan unit kerja di ITB dalam membahas tracer study alumni ITB dan user survey, sekaligus untuk mengefisiensi waktu pelaksanaan kegiatan.

Keempat rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

1. Rapat Hasil Tracer Study Program Profesi ITB 2025

2. Sosialisasi Hasil Tracer Study Sarjana ITB 2025

3. Sosialisasi Hasil Tracer Study Pascasarjana ITB 2025

4. Rapat Hasil Tracer Study ITB 2025 bersama Unit Kerja Terkait

Materi sosialisasi tracer study 2026 disampaikan oleh Ibu Allya Paramita Koesoema, S.T, M.T, Ph.D. selaku Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Kajian Pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian hasil tracer study, tetapi juga wadah diskusi yang menghasilkan berbagai pertanyaan, masukan, dan saran konstruktif untuk pengembangan dan perbaikan tracer study dari para peserta.

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah terkait pelaksanaan User Survey atau Survei Kepuasan Pengguna Lulusan. Jumlah responden dari kalangan pengguna lulusan yang masih relatif terbatas dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan penilaian terhadap kualitas lulusan ITB. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara tim tracer study dengan fakultas, sekolah, dan program studi guna meningkatkan partisipasi responden User Survey.

1. Rapat Hasil Tracer Study Program Profesi ITB 2025

Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Hasil Tracer Study Program Profesi ITB 2025 yang dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan hasil tracer study program profesi lulusan 2024 sekaligus membahas rencana pelaksanaan tracer study tahun 2026.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dosen dari berbagai program profesi di lingkungan ITB, antara lain Program Profesi Arsitek (SAPPK), Program Profesi Apoteker (Sekolah Farmasi), serta Program Profesi Insinyur (SPITM).

Pembahasan difokuskan pada pemanfaatan data tracer study untuk kebutuhan akreditasi program studi. Salah satu masukan disampaikan oleh Ketua Program Pendidikan Profesi Apoteker, Dr. apt. Tursino, S.Si., M.Si, yang menyoroti penilaian alumni terhadap aspek pembelajaran dan interaksi dengan dosen cenderung lebih rendah dibandingkan aspek lainnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh karakteristik program profesi yang lebih menekankan praktik kerja di industri dibanding kegiatan perkuliahan di kelas.

Secara keseluruhan, rapat ini memberikan gambaran awal mengenai pentingnya penyesuaian kebutuhan dari program studi dengan survei tracer study guna mengoptimalkan pemanfaatan data tracer study, khususnya untuk meningkatkan kualitas program profesi. Masukan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan pelaksanaan tracer study program profesi di masa mendatang.

2.Sosialisasi Hasil Tracer Study Sarjana ITB 2025

Sosialisasi hasil tracer study program sarjana dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 27 Februari 2026, di Auditorium IPTEK, Campus Center Timur ITB, dan mengundang dekan dan wakil dekan akademik fakultas/sekolah, ketua program studi sarjana, ketua dan anggota gugus kendali mutu fakultas/sekolah/program studi di ITB, serta Ketua dan jajaran tim Satuan Penjamin Mutu (SPM) ITB. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan hasil tracer study program sarjana angkatan 2018 serta menyesuaikan kebutuhan dari program studi dengan survei tracer study.

Diskusi dalam kegiatan ini mencakup berbagai masukan terkait instrumen survei dan pengukuran kompetensi alumni. Salah satu usulan yang mengemuka adalah perlunya pembedaan instrumen untuk alumni tertentu, seperti lulusan Sekolah Farmasi yang umumnya melanjutkan ke program profesi.

Selain itu, hasil tracer study menunjukkan bahwa kompetensi negosiasi masih menjadi aspek dengan penilaian relatif paling rendah, meskipun trennya cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir. Hal ini memunculkan kebutuhan untuk memperjelas definisi dan implementasi

kompetensi negosiasi dalam kurikulum di ITB. Diperlukan pembahasan lebih lanjut dengan stakeholder di ITB sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi tersebut dikalangan mahasiswa.

Peserta juga mengusulkan penambahan aspek active listening skill atau kemampuan mendengarkan secara aktif, yaitu kemampuan memahami, menginterpretasikan, dan merespons pesan secara efektif, baik verbal maupun nonverbal. Keterampilan ini dinilai penting untuk mendukung kesiapan lulusan di dunia kerja. Isu lain yang turut dibahas adalah rendahnya partisipasi pengguna lulusan dalam pengisian survei, yang menjadi tantangan dalam memperoleh data evaluasi yang komprehensif.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya penyempurnaan instrumen tracer study serta peningkatan partisipasi responden, khususnya dari pengguna lulusan. Diharapkan, hasil dari tracer study dapat mendorong penguatan kurikulum dan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

3. Sosialisasi Hasil Tracer Study Pascasarjana ITB 2025

Sosialisasi hasil tracer study program pascasarjana dilaksanakan secara hybrid pada 6 Maret 2026 di Multipurpose Hall, Gedung CRCS ITB. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua program studi serta tim gugus kendali mutu program magister dan doktor dari seluruh fakultas dan sekolah di lingkungan ITB. Sosialisasi ini bertujuan untuk memaparkan profil kompetensi alumni lulusan tahun 2024 pada program magister dan doktor ITB, serta relevansinya terhadap pengembangan kurikulum.

Pemaparan materi difokuskan pada profil kompetensi lulusan serta relevansinya terhadap kurikulum. Dalam sesi diskusi, peserta menyatakan harapannya agar pelaksanaan survei pascasarjana mengadopsi pendekatan yang digunakan pada program sarjana, yaitu dengan membedakan survei berbasis lulusan dan berbasis angkatan. Kedua jenis data tersebut dinilai penting untuk kebutuhan akreditasi. Selain itu, untuk program doktor, disarankan penambahan pertanyaan terkait dampak keilmuan dari penelitian yang telah dilakukan, termasuk penerapannya setelah lulus serta potensi pengembangan jejaring yang dibangun oleh alumni.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tracer study pascasarjana dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kontribusi lulusan terhadap dunia akademik dan profesional. Selain itu, hasilnya juga diharapkan mampu mendukung evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan pascasarjana di ITB.

4. Rapat Hasil Tracer Study ITB 2025 bersama Unit Kerja Terkait

Rangkaian Sosialisasi Tracer Study ITB 2026 ditutup dengan Rapat Hasil Tracer Study ITB 2025 bersama Unit Kerja Terkait yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 secara hybrid. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas rencana pelaksanaan survei tracer study dan user survey tahun 2026, sekaligus menghimpun kebutuhan dan masukan dari berbagai unit kerja di ITB.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unit strategis, seperti Badan Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Kealumnian, Direktorat Penerimaan Mahasiswa, dan Direktorat Pendidikan. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pengelolaan dan integrasi data tracer study dengan sistem data institusi. Pada tahun 2025, pengembangan dashboard telah dimulai dan masih dalam tahap penyempurnaan. Peserta mendorong pengembangan dashboard tracer study yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan pusat data ITB.

Secara keseluruhan, Rangkaian Kegiatan Sosialisasi Tracer Study ITB 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara tim tracer study, fakultas, sekolah, dan unit terkait dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tracer study. Diharapkan, berbagai masukan yang diperoleh dapat mendukung penyempurnaan instrumen, peningkatan partisipasi responden, serta pemanfaatan data secara optimal bagi pengembangan pendidikan di ITB. Secara umum, perwakilan fakultas, sekolah, dan unit kerja turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Data tracer study dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung evaluasi dan pengembangan kurikulum, serta sebagai salah satu sumber data pendukung akreditasi.

Penulis/Editor: Meidiani Nurhanifah

Leave a Comment