Pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat guna diharapkan mampu memberikan jawaban atas kesenjangan pendidikan yang ada di Indonesia khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Oleh karena itu, diperlukan tools untuk mengakomodir kegiatan  pembelajaran daring di daerah 3T tersebut. Melalui  kegiatan Focus Group Discussion, Direktorat Jenderal Pendidikan Kemendikbud bersama dengan ITB, mengembangkan Learning management system yang disebut dengan SPADA Dikti. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Focus Grup Discussion yang dilakukan selama 3 bulan berturut-turut guna mendiskusikan progres pengembangan LMS dan kebutuhan infrastruktur dan jaringan, sehingga dapat mengakomodir kebutuhan pembelajaran daring di daerah 3T. Kegiatan kali ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, dimana masing-masing PIC menyampaikan progres pengembangan sistem  dan saling memberikan masukan guna menghasilkan hasil yang positif.

“ITB menyambut kegiatan pengembangan LMS dan konsep merdeka belajar yang diinisiasi oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan melalui DIKTI, karena sejalan dengan Esensi Pendidikan 4.0. Dimana sat ini program akademik ITB saat ini tengah mempersiapkan kurikulum yang sesuai untuk  program merdeka belajar yang diinisiasi DIKTI . Selain itu melalui pengembangan LMS Nasional ini, kebutuhan terhadap akses informasi jadi tidak terbatas, dimana materi pembelajaran dapat diakses any where dan any time bagi seluruh anak bangsa.” ujar  Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng. dalam sambutannya pada kegiatan ini.

 

Kegiatan FGD yang berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan sesi diskusi paralel dari masing-masing PIC, sehingga di akhir kegiatan dapat ditarik kesimpulan terkait infrastruktur dan jaringan serta fokus pengembangan sistem yang akan dikerjakan di tiga bulan terakhir ini. Rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan lagi di waktu mendatang, untuk mengukur perkembangan dari masing-masing bagian.

Leave a Comment